Profil

Penerbit Lathifiyyah

Memang banyak kisah-kisah teladan yang beredar dari mulut ke mulut, tetapi tentu saja, tanpa ditopang dengan dokumentasi berupa naskah tertulis, riwayat-riwayat tersebut segera (dan pasti akan) menguap begitu saja.



Penerbit Lathifiyyah lahir dari sebilah kegelisahan. Beberapa santri alumni Pondok Pesantren Al-Lathifiyyah Palembang, pada suatu waktu, mengeluhkan sulitnya mencari rujukan dan atau bahan bacaan tentang leluhur ilmiah mereka. Mereka sebetulnya tahu belaka bahwa para guru dari mahaguru mereka, Kiai Haji Ahmad Nawawi Dencik, adalah nama-nama yang tersohor (terutama bagi masyarakat Palembang), antara lain Kiai Haji Abdul Rasyid Shiddiq, Kiai Haji Syazili Musthofa, dan Kiai Haji Dahlan Kandis. Tetapi siapakah sebetulnya Kiai Rasyid!? Kiprah apakah yang pernah dijalani oleh Kiai Syazili!? Seperti apa pola keseharian Kiai Dahlan!? Tidak ada yang betul-betul tahu.

Memang banyak kisah-kisah teladan yang beredar dari mulut ke mulut, tetapi tentu saja, tanpa ditopang dengan dokumentasi berupa naskah tertulis, riwayat-riwayat tersebut segera (dan pasti akan) menguap begitu saja. Sementara para Kiai tersebut, yarhamuhumullah, tidak banyak meninggalkan catatan tertulis, selain jumlah orang yang pernah bersentuhan dengan beliau-beliau itu semakin lama kian menipis.

Dengan niat menyambung mata rantai intelektual itulah, beberapa orang santri kemudian berinisiatif mendirikan sebuah wahana di mana mereka bekerja dalam rangka menggali, mengumpulkan,  dan mendokumentasikan khazanah keilmuan dari bukan saja para ulama yang berkaitan dengan sanad ilmiah mereka saja, tetapi juga para ulama Palembang khususnya dan atau Sumatera Selatan pada umumnya. Tapi bukan hanya itu, sehubungan dengan kenyataan bahwa Pondok Pesantren Al-Lathifiyyah memiliki konsentrasi di bidang kelimuan, dalam hal ini ilmu-ilmu Al-Qur’an, maka diputuskanlah bahwa hulu dari wadah kegiatan tersebut pastilah semacam penerbitan yang beroperasi untuk menggairahkan kajian ilmiah di bidang ilmu-ilmu keislaman dalam wujud risalah-risalah yang tercetak (printed).

Demikianlah, Penerbit Lathifiyyah didirikan secara resmi pada 13 Maret 2017 di bawah naungan Yayasan Tahfizhul Qur’an Al-Lathifiyyah Palembang.

Pengurus Penerbit Lathifiyyah

Penerbit Lathifiyyah

Memang banyak kisah-kisah teladan yang beredar dari mulut ke mulut, tetapi tentu saja, tanpa ditopang dengan dokumentasi berupa naskah tertulis, riwayat-riwayat tersebut segera (dan pasti akan) menguap begitu saja.