Hidung Pesek dan Segala Hal yang Jelek

img/drone.jpg

Hidung Pesek dan Segala Hal yang Jelek

Amlahun nisa’ dzulafun.’ Yang paling cantik di antara para perempuan adalah yang hidungnya pesek.

Tak perlu tersinggung saat ada yang mengumpatmu dengan, “Dasar hidung mungil!” Atau mencandaimu dan berkata, “Hai, Pesek!”

Itu bisa saja sebetulnya pujian buatmu.

Konon, dikutip dari Al-Imam Al-Suyuthi dalam Fathul Bari, orang-orang Arab dulu kerap menggumam, “amlahun nisa’i dzulafun.” Yang paling ‘amlah’ dari para perempuan adalah ia yang ‘dzulaf’.

‘Amlah’ dalam ungkapan di atas memiliki akar kata yang sama dengan ‘milh’, yang kalau kita terjemahkan dalam bahasa Indonesia berarti garam. Tapi apakah orang-orang Arab, dengan frasa ‘amlahun nisa’ itu, hendak menyebut ‘segaram-garamnya perempuan’ atau ‘seasin-asinnya perempuan’?

Barangkali bukan seperti itu maksudnya.

Tengok kamus ‘Ma’ani’ (bisa diakses online kok), kata ‘amlah’ bisa diterjemahkan dengan ‘ajmal’ yang berarti tampan atau cantik. Dicontohkan, ketika ada yang berkata, “maa amlahal walad”, itu berarti “maa ajmalal walad”, yang kalau diterjemahkan dalam bahasa kita jadinya, “alangkah tampannya anak itu.”

Dari sini kita tahu, bangsa Arab sedang membicarakan kecantikan perempuan saat berkata “amlahun nisa”.

Tapi siapakah ‘dzulaf’ yang disebut-sebut sebagai ‘amlahun nisa’!?

As-Suyuthi memberi penjelasan. Yang dimaksud dengan ‘dzulaf’, atau ‘dzulf’, dalam ungkapan tersebut adalah ‘al-istiwa fi tharafil anfi’ (hidung yang rata). Atau, ‘qisharul anfi’ alias hidung pesek atawa flat nose.

Alhasil, pada zamannya, bagi bangsa arab, yang paling cantik dari perempuan adalah justru yang berhidung mungil. Si hidung pesek.

Dulu, sekira tahun 90-an, Yopie Latul berseloroh dalam sebuah lagu yang populer berjudul “Hitam Tapi Manis”:

Hitam memang kulitku

Biar hitam tapi manis

Di eropa…

Yang hitam-hitam yang paling laris

Nah, standar cantik atau jelek bakal berbeda bagi setiap orang. Yopie Latul mungkin sekedar membela diri saat menyanyikan lirik tersebut. Tapi, nyatanya memang demikian. Mungkin sebab larangan pengkotak-kotakan rasial, seperti halnya di Amerika terlarang untuk melafalkan kata ‘negro’, jelek atau tidaknya seseorang pada akhirnya tidak bergantung pada warna kulit.

Orang berkulit hitam memang mungkin tidak dipuja-puja di barat sana, tetapi tentu tidak bisa dikata-katai sebagai jelek.

Segala yang jelek, atau juga segala yang cantik, lebih tepat jika disebut sebagai urusan selera.

Tapi, apakah ketika bangsa Arab menyukai wanita pesek berarti mereka berselera rendah? Wah, jangan berkesimpulan begitu!

Kalau hari-hari ini parameter jelek atau tidaknya seseorang, di Arab atau di mana saja, telah berubah, itu juga tidak masalah. Barangkali saja, oleh sebab tertipu iklan shampo, misalnya, kita lantas percaya bahwa rambut yang indah adalah rambut yang lurus berkilauan. Bahwa, tubuh yang indah adalah tubuh yang gepeng layaknya lidi, bukan yang gembrot bejibun lemak hewani.

Yang begitu juga boleh.

Maka, ketika saya menyapa “hai pesek” pada istri saya, jelas saya tidak sedang menghujat.

Atau kalau di tengah jalan Anda bertemu dengan seseorang yang tiba-tiba saja berteriak, “Pesek! Pesek! Pesek!” kepada Anda, itu juga belum tentu dia sedang menjelek-jelekan Anda. Bisa jadi itu ungkapan cinta buat Anda.

Atau kalau tidak, kalau Anda masih saja dongkol dengan seloroh macam itu, lebih baik Anda ber-husnu dzon saja. Yakinkan dirimu betapa engkau sedang mendapatkan pujian. Percayalah, orang itu sedang mempraktekkan cara pandang bangsa Arab, yang dengan tulus berkata:

‘Amlahun nisa’ dzulafun.’ Yang paling cantik di antara para perempuan adalah yang hidungnya pesek.

Sudah, masalah selesai.

Tentang Penulis

img/logos/stiq-logo-shortcut.png

Kepala Bagian Penelitian dan Pengembangan (LITBANG) STIQ Al-Lathifiyyah Palembang. Pemimpin Redaksi Bagian Penerbit Yayasan Masjid Agung Palembang. Redaktur Masjid Agung Palembang Televisi (MAPTV).


Artikel Terbaru

img/drone.jpg

Identitas Peci Hitam

17 May 2019

Pengumuman Terbaru

img/drone.jpg

Penerbit Lathifiyyah

10 Aug 2018
img/drone.jpg

STIQ Al-Lathifiyyah

09 Aug 2018

Profil

img/drone.jpg

STIQ Al-Lathifiyyah

09 Aug 2018
img/drone.jpg

Penerbit Lathifiyyah

10 Aug 2018